2012 Hari berakhirnya Kehidupan

Kalender suku bangsa Maya berakhir pada 2012, dan sutradara Roland Emmerich menorehkan karya luar biasa dari bencana terbesar umat manusia itu—yang tak seorangpun dari kita dapat bertahan hidup. Itu adalah hari kiamat, dan Emmerich menyajikan kehancuran bumi dalam berbagai cara sehingga ia dapat menguraikan hal ini.

Seperti diharapkan, grafis luar biasa dalam film “2012″ melampaui penyampaian ceritanya yang utuh. Film ini sengaja dibuat untuk menghindari fokus pemikiran pada ramalan sejarah, yang hanya mengacu pada prediksi bangsa Maya sebagai konseptual flatform bagi tontonan visual. Ini bukan suatu karya seni, tidak sesuai sejarah seutuhnya, namun gambar yang diformulasikan dimaksudkan hanya untuk menghibur.

“2012″ mengambil pesona dan kesempatan lebih besar serta terlalu sulit—naskah dibuat kurang baik, para pelaku yang memberi harapan, ditopang dengan spesial efek—namun yang membuat film ini berbeda dengan lainnya adalah kurangnya sajian dari ramalan, yang datang bukan hanya dari bangsa Maya.

Sejumlah ramalan berakhirnya dunia telah muncul dalam berbagai kemiripan dari seluruh penjuru dunia. Nabi Nuh dan banjir besar dalam tradisi Ibrani ada kemiripan dengan kisah bangsa Sumeria dari Gilgamesh, tenggelam dari banjir besar dunia lain dalam mitos Hindu tentang Manu—hal ini cukup jelas bahwa orang kuno menemukan sesuatu sangat menarik tentang pemikiran bahwa mereka muncul dari dunia yang baru saja tenggelam, dimana suatu hari nanti bisa saja terendam kembali.

Mengapa orang-orang fokus pada penanggalan bangsa Maya? Terobsesi dengan ketepatan waktu, angka dan astrologi, bangsa Maya paling awal menerapkan konsep nol, bahkan kalender mereka lebih akurat dari yang kita miliki. Karena keakuratan mereka, orang-orang sangat tertarik akan ramalan mereka. Pada titik balik matahari musim dingin 2012, matahari akan sejajar dengan celah gelap dari Bima Sakti. Hanya dalam lima tahun terakhir setelah para ilmuwan menemukan bahwa memang ada sebuah lubang hitam pada pusat galaksi kita.

Karakter Woody Harrelson menyebutkan, 2012 juga ditemukan dalam catatan Tiongkok kuno “The Books of Changes” (I Ching), yang umumnya digunakan sebagai ramalan pribadi. Pakar ethnobotani dan faktral waktu, Terrence serta Dennis McKenna menemukan pola faktral mengerikan dalam garfish matematis pada kombinasi yang digunakan untuk menguraikan ramalan.

Dengan meletakkan pola diatas skala waktu, yang diawali dari ‘I Ching’ pada Dinasti Shang, yang tertinggi dan terendah dari 64 hexagram atau enam-garis telah secara akurat meramalkan runtuhnya Kekaisaran Romawi, penemuan Dunia Baru dan runtuhnya abad ini. Itu semua datang pada tanggal spesifik – 21 Desember 2012.

‘I Ching’ dari Tiongkok kuno dan bangsa Maya dari Meksiko kuno keduanya menyiratkan secara khusus datangnya hari kiamat. Einstein menyatakan teori Charles Hapgood tentang perpindahan kerak bumi, bahwa pergeseran kerak bumi akan menyebabkan kutub selatan dan utara bergerak kearah khatulistiwa. Penelitian terkini oleh pakar geologi, Adam Halverson Maloof dan Galen membuktikan bahwa pergeseran kutub telah terjadi sebelumnya, setidaknya dua kali pada masa lampau.

Apakah ini hanya kebetulan ataukah merupakan suatu peringatan?
Tak seorangpun menghendaki kemungkinan ini akan terjadi. Keluar dari gedung pertunjukkan, anda mungkin akan merasa jenuh oleh terjadinya kekacauan bencana yang terjadi berulang kali, setelah menyaksikan hari kiamat selama 2 1/2 jam.

Kecepatan kita menghadapi tekhnologi masyarakat modern juga telah melampaui pola pikir. Nabi Nuh membuat perahu karena ia telah menerima wahyu secara langsung dari Tuhan – pada “2012″ ilmu pengetahuan yang pada akhirnya akan menyelamatkan umat manusia.

Namun satu fakta yang tetap menentukan — apabila kutub yang bergeser, bencana di seluruh dunia pasti terjadi, tsunami akan menelan seluruh kota, gempa membelah sejumlah pertokoan, sejumlah meteor akan menghantam gunung-gunung berapi dan banjir besar, sama sekali tidak akan menyenangkan. Ini, bagaimanapun juga, merupakan kisah tentang upaya menusia untuk mempertahankan hidup dan siapapun tidak dapat diselamatkan.

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s